Halaman

Rabu, 03 Agustus 2022

Dongeng anak gembala dan serigala

 

Diceritakan hiduplah seorang anak gembala yang bekerja pada saudagar kaya. Tugasnya ialah merawat serta menjaga seluruh domba majikannya. Selama menjalani tugasnya, majikan anak tersebut selalu berpesan padanya apabila terdapat serigala yang mendekat, ia bisa berteriak meminta tolong kepada orang-orang desa setempat.


Memiliki rutinitas yang hanya menggembalakan domba di tepi hutan membuat anak itu merasa bosan. Sampai akhirnya terbesit untuk melakukan tindakan tak terduga.


Sang anak tiba-tiba berteriak, “Tolong! Ada serigala di sini, tolong!”


Mendengar teriakan tersebut, warga desa pun datang menghampiri dan berniat menolong anak tersebut dari serangan serigala. Namun sesampainya di dekat sang anak, ternyata anak gembala hanya bercanda dan melakukannya karena bosan. Warga pun kesal lalu kembali pulang.


Tak hanya dilakukan sekali, selang beberapa hari kemudian anak gembala kembali melakukan kegiatan yang sama dengan berteriak meminta tolong. Lagi-lagi warga tertipu dan membuat mereka kesal karena si anak gembala hanya tertawa melihat kekesalan warga.


Sampai pada suatu sore, datanglah segerombolan serigala dan langsung memangsa domba yang digembalakannya. Merasa terancam dan ketakutan, si anak langsung berteriak meminta tolong. Namun naas, kali ini tidak ada warga yang datang karena sudah tidak percaya dengannya.


Para serigala pun berhasil memangsa banyak domba dan membawa masuk ke dalam hutan. Kejadian tersebut membuat si anak gembala menyesal dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi.


Dari dongeng anak pendek di atas, pesan moral yang bisa diambil adalah untuk tidak berbohong. Sebab sekali saja berbohong, maka tidak akan ada orang yang mau memercayaimu lagi. Jadi kesimpulannya, cerita di atas mengajarkan si Kecil tentang kejujuran kepada sesama, Ma.

Dongeng si kancil dan kura-kura

 

Dongeng anak pendek satu ini tentu sudah tak asing bagi Mama. Di mana diceritakan terdapat seorang kancil yang sombong karena kemampuan berlarinya dan mengajak kura-kura untuk melakukan lomba lari dengannya.

Dengan rendah hati dan percaya diri, kura-kura pun menerima ajakan kancil. Keesokan paginya, keduanya menuju kawasan hutan tempat lomba lari. Sesuai dengan perkiraan si kancil, ia berhasil lari dengan sangat cepat dan mengalahkan kura-kura yang tertinggal di belakang.

Namun, ketika kancil mendekati garis finish, ia memutuskan untuk istirahat di bawah pohon rindang karena beranggapan bahwa lawannya itu masih sangat lama tiba. Sampai akhirnya si kancil tertidur pulas dan tidak menyadari bahwa kura-kura telah lebih dulu sampai digaris finish.


Dari dongeng di atas, pesan moral yang bisa diajarkan pada si Kecil adalah untuk tetap rendah diri mau sehebat apapun dirinya. Selain itu, anak juga diajarkan untuk tidak meremehkan kemampuan orang lain dengan kemampuannya.

Persahabatan tikus dan singa

 

Diceritakan terdapat seekor tikus jahil yang menggoda singa saat tengah tidur siang. Merasa terganggu, si raja hutan kemudian marah dan berniat untuk memakan tikus kecil tersebut.

Sambil menangis ketakutan, si tikus meminta ampun kepada singa untuk memaafkan kejahilannya dan melepaskannya. Meski dikenal sebagai raja hutan, singa pun merasa kasihan dan melepaskan tikus tersebut.

Tikus kemudian berterima kasih dan berjanji akan membalas kebaikan singa padanya suatu hari nanti. Sampai tibalah di mana saat tikus mendengar suara meringis dari sang singa. Rupanya, singa tersebut tertangkap jaring yang dipasang pemburu. Tikus pun langsung membantu singa dengan menggerogoti jaring hingga putus.

Beruntung, keduanya bisa kabur dan menyelamatkan diri masing-masing. Dari dongeng anak pendek berikut ini, pesan moralnya adalah tentang saling menolong antar sesama tanpa memandang perbedaan.

Dongeng ini juga mengajarkan kepada anak untuk membalas kebaikan orang lain dengan tulus dan saling menolong sesama.

Jumat, 22 Juli 2022

Semut dan belalang



Cerita Fabel Singkat “Semut dan Belalang

Di suatu hutan yang lebat dan indah, sekawanan semut sedang bergotong royong mengumpulkan makanan ke dalam rumah mereka. Dengan bersemangat, mereka saling membantu membawa berbagai macam jenis makanan, seperti sayur dan buah yang langsung mereka petik dari sekitar hutan.

Ketika sedang asyik berjalan, belalang yang melihat kegiatan gotong royong para semut mulai penasaran dan mendekat. Dengan lantang, dia bertanya, “Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya belalang. Salah satu semut menjawab dengan tidak kalah lantang, “Kami sedang mengumpulkan dan menyimpan persediaan makanan untuk musim dingin.”

Jawaban dari salah satu semut itu membuat belalang tertawa keras. “Kalian ini terlalu rajin. Musim dingin masih lama. Harusnya kalian bersantai-santai saja seperti aku.” Belalang sangat bersemangat meledek semut. Akan tetapi, para semut tidak menghiraukan ledekan itu. Mereka tetap bersemangat mengambil banyak makanan.

Berselang beberapa bulan, musim dingin tiba. Belalang mulai panik karena buah dan sayur di sekitar hutan sudah hampir habis. Dia hanya bisa menemukan sedikit makanan untuk menghilangkan rasa lapar. Berhari-hari setelahnya, belalang benar-benar kehabisan makanan.

Dengan langkah lemas, ia berjalan ke rumah para semut. Semut yang membuka pintu tentu saja kaget melihat wajah pucat belalang. Diapun spontan bertanya, “Ada perlu apa kamu ke sini?” Belalang segera membalas, “Aku kelaparan. Boleh aku meminta makanan kalian?”

Semut kembali menanggapi perkataan belalang, “Apakah kamu tidak malu sudah pernah meledek kami yang bersusah payah mengumpulkan makanan?

Belalang tersinggung mendengar pertanyaan salah satu semut itu. Dia segera membalikkan tubuh dan pulang ke rumah

Beberapa waktu setelahnya, para semut mulai mengkhawatirkan belalang. Mereka dengan berbesar hati mengambil beberapa buah yang ada di tempat penyimpanan makanan, lalu membungkusnya ke dalam kain berwarna coklat.

Semut yang membukakan pintu tadi bertugas untuk mengantarkan buah-buahan itu kepada belalang. Akan tetapi, sesampainya di rumah belalang, tidak ada jawaban yang terdengar setelah beberapa kali semut itu memanggil belalang. Karena khawatir, semut kembali ke rumah dan meminta bantuan teman yang lain untuk membuka pintu rumah belalang.

 Setelah bekerja sama, mereka berhasil membuka pintu rumah belalang. Mereka sangat terkejut ketika menemukan belalang yang pingsan kelaparan. Salah satu semutpun segera membuka mulut belalang dan memberikan air perasan buah jeruk. Tidak lama setelahnya, ternyata cara itu berhasil. Belalang terbangun dan ia tidak percaya para kawanan semut sedang berada di rumahnya.

Belalang segera menyadari kesalahan yang telah ia lakukan. “Maafkan aku,” ucap belalang dengan penuh rasa sesal. “Seharusnya, aku tidak meledek kalian. Seharusnya, aku mencontoh sifat rajin kalian.” Kawanan semut berkumpul mendekat dan memeluk belalang. Mereka memaafkan belalang dan akhirnya mereka menjadi teman baik

Dongeng anak gembala dan serigala

  Diceritakan hiduplah seorang anak gembala yang bekerja pada saudagar kaya. Tugasnya ialah merawat serta menjaga seluruh domba majikannya. ...